3Agustus 2008 - Hari Keberangkatan
Kita berangkat tanggal 3 agustus malam dengan kereta api berhubung anak2 belum pernah naik kereta jadi sekalian coba. Ternyata perjalanan kurang nyaman karena memakan waktu lama (kalau gak salah dari stasiun Gambir kereta jam 9 sampai ditempat jam 4-5 pagi). Selama di perjalanan gantian ronda sama suami mengingat saran dari temen kalo bawa peralatan elektronik seperti laptop hati-hati karena banyak terjadi pencurian di kereta. Mana gak enak tiduran sambil posisi duduk..ternyata salah strategi nih..mending nyobaiin kereta yang jarak deket aja deh..kasihan anak-anak jadinya.
4 Agustus 2008 - Hari ke 1
Sampai di Jogja..kita coba cari hotel..coba bernekat ria gak booking hotel sebelumnya...ternyata repot juga karena dari hotel yang ditunjuk sama supir taksi gak oke..akhirnya dapat juga di Santika Hotel, mana dapat up grade kamar lagi..alhamdulillah rejeki..
Setelah istirahat cukup, kita cari makan di luar ternyata McD gak jauh dari Santika, cukup berjalan kaki. Setelah itu mulai jalan-jalan dengan tujuan pertama Keraton Djogja. Enaknya Hotel Santika punya pasukan Becak sendiri dengan harga pasti yang terpampang di dinding jadi gak usah cape nawar becaknya. Dengan membayar Rp 10 rb per becak kita diantar ke Keraton Djogja. Keraton Yogyakarta ini konon dibangun 248 tahun lalu oleh Pangeran Mangkubumi Sukowati, seorang bangsawan kerajaan Mataram Islam yang waktu itu berkedudukan di Kartasura. Harga tiket masuk Kraton Yogyakarta cukup murah, hanya Rp. 2.500,00 untuk wisatawan domestik dan Rp. 7.500,00 untuk wisatawan mancanegara. Tambahan Rp. 1.000,00 dikenakan apabila Anda membawa kamera. Kesempatan berkunjung pun terbuka setiap hari, mulai pukul 09.00-14.00 WIB, kecuali hari Sabtu hanya buka sampai pukul 13.00 WIB. Biaya tersebut resminya udah termasuk guide, tapi biasanya guide kita kasih tip juga karena mereka udah bantu kita kasih penjelasan keliling Keraton. Di dalam Keraton kita bisa melihat pertunjukan kesenian tradisional yang digelar setiap hari secara berganti-ganti, mulai dari pertunjukan wayang orang, wayang kulit, wayang golek, macapatan sampai pagelaran tari, mulai pukul 09.00-12.00 WIB. Dari cerita tukang becak yang kita naiki katanya para abdi dalem Keraton yang jumlahnya ribuan digaji minim, mereka memang gak ngejar materi semata, berbakti kepada sultan lah yang jadi kebanggaan dan sumber ketenteraman mereka. Waduh..ternyata masih ada yang yang bersikap seperti itu di jaman serba materialistis begini.
Tips mengunjungi Kraton Yogyakarta:
- Dilarang mengenakan topi di lingkungan dalam Kraton.
- Berkunjunglah lebih awal, selain cuaca belum terlalu panas, seringkali loket tutup satu jam lebih awal daripada jam yang ada pada jadwal.
- Bawalah kamera yang dilengkapi lampu kilat/blitz. Lampu penerangan di beberapa ruang pamer kurang memadai.
- Jika Anda tertarik menyaksikan pertunjukan seni tradisional tertentu, tanyakan jadwal lengkapnya di Tepas Pariwisata (loket penjualan karcis masuk) dan datanglah lebih awal karena semua pertunjukan diakhiri pukul 12.00 WIB
Dari Keraton kita menuju ke Taman Sari menggunakan becak karena jaraknya gak jauh kok paling sekitar 0,5 km. Jangan lupa ditawar dulu sebelum naik becak.
Taman sari ini bukan hanya taman kerajaannya Sultan Yogya dan keluarganya tapi juga kolam pemandian. Harga tiket masuk domestik Rp 2.500,-sedang turis asing Rp 5.000,- dan biasa kalo bawa kamera kena tambahan Rp 1.000,-. Objek utama dari Tamansari ini adalah kolam air yang dikelilingi benteng setinggi 6 meter seiring fungsinya pada masa pembangunannya sebagai kolam pemandian para istri- istri Sri Sultan. Konon pada masa itu Tamansari digunakan Sultan untuk melihat para istrinya ketika sedang mandi. Untuk itu disana ada tempat seperti menara yang dibuat tinggi sebagai tempat untuk mengamati para istrinya yang sedang mandi tersebut.
Selepas Taman Sari kita makan siang di Gudeg Wijilan, agak bingung juga karena ternyata banyak banget yang namanya gudeg wijilan..terang aja karena lokasinya di jalan Wijilan jadi semua yang jualan gudeg nulisnya Gudeg Wijilan. Mana yang enak kita gak tahu jadi kita serahkan sama tukang becak untuk mendrop kita di tempat gudeg wijilan yang menurutnya paling top. Akhirnya kita makan di Warung Gudeg Yu Djum..pilihan si mang beca :-). Harga gudegnya bervariasi sekitar Rp 20 - 25 ribuan rasanya.
Udah kenyang, anak-anak kita antar pulang trus kita jalan lagi ke toko Batik Mirota yang lokasinya di Jalan Malioboro depan Pasar Beringhardjo. Tokonya lengkap banget segala kerajinan ada, batiknya juga banyak banget. Ya udah jadi rasanya cukup di toko ini aja kalau cari batik berhubung kita gak lama di Yogyanya. Habis dari Mirota kita ke tempat kaos Dagadu Yogja yang lokasinya ada di Jalan Pakuningratan 15 Yogyakarta. Kaosnya memang unik, kata-katanya dan gambarnya lucu-lucu. Harga kaos bervariasi sekitar Rp 60 - 70 rb tergantung besar kecil ukurannya juga. Setelah dapat kaos yang kita mau, langsung deh balik ke Hotel.
5 Agustus 2008 - hari ke 2
Hari ini kita rencanakan untuk keliling melihat candi-candi. Kita sewa mobil untuk hari ini. Pertama kita ke Candi Borobudur, candi yang dulu masuk dalam 7 keajaiban dunia (sayang yah udah gak masuk lagi). Tiket masuknya sekitar Rp 10 rb. Dari keterangan guide disana baru tahu kalau posisi tangan Buddha berbeda-beda di tiap tingkatan. Tingkatan itu sendiri melambangkan tingkat kehidupan manusia. Candi kedua yang kita datangi adalah candi Prambanan. Gak perlu bayar karena candi lagi direnovasi akibat gempa yang terjadi di Yogya tahun 2006. Mudah-mudahan cepat selesai ya..karena candi Prambanan ini salah satu candi Hindu yang terindah di dunia. Habis itu sembari jalan pulang kita lewati Candi Plaosan dan candi Sewu. Udara sangat panas di sekitar candi, lebih baik bawa topi dan payung kalau ke sini.
Malam harinya kita nonton Sendratari Ramayana di area Candi Prambanan. Harga tiketnya bervariasi, untuk VIP Rp 200rb, Khusus Rp 125rb, Kelas 1 Rp 100rb , Kelas 2 Rp 50rb. Kalau mau dapat foto yang bagus, ambil aja kelas VIP karena posisinya pas di depan penari. Gak cukup kata-kata buat gambarin gimana sendratari ini..pokoknya benar-benar menakjubkan begitu acara selesai semua penonton berdiri bertepuk tangan. Bangga deh ngelihatnya karena sebagian besar penonton adalah turis asing. Apalagi waktu itu pas bulan purnama..lengkap deh suasananya.
6 Agustus 2008 - hari ke 3
Pagi-pagi banget kita jalan-jalan di sekitar Malioboro, foto-foto disekitarnya, lumayan juga dapat gedung-gedung berarsitektur kuno seperti gedung BI, Kantor Pos dan Benteng Fort Vredeburg. Benteng Fort Vredeburg ini benteng yang dibangun Belanda. Dari Benteng ini ada terowongan rahasia ke Keraton dan ke Istana Negara dengan maksud untuk memata-matai dua tempat itu pada jaman dulu. Sayangnya terowongannya nggak dibuka malah jalan masuknya dijadikan gudang penyimpanan. Miris ya lihat nasib objek yang mengandung nilai historis dibengkalaikan seperti itu. Setelah puas foto-foto bangunan kuno kita jemput anak-anak (pada bangun kesiangan jadi gak diajak jalan-jalan pagi tadi). Kita ajak mereka ke Taman Pintar yaitu sejenis science centre ..anak-anak seneng juga main didalamnya. Gak bisa lama-lama jalan-jalannya karena hari ini kita harus balik dengan pesawat Lion Air...
No comments:
Post a Comment